JAKARTA - Pemakaman ulama kharismatik Betawi K.H. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i digelar pada Minggu (11/7/2021) pukul 05.00 WIB dengan tertib dan mematuhi protokol kesehatan. Hal itu disampaikan pejabat berwenang.
"Almarhum sudah dimakamkan pukul 05.00 WIB tadi pagi, Ini hasil diskusi Aparat Penegak Prokes terutama dari Polri dengan Keluarga Almarhum," kata Kapolsek Tebet Kompol A Alexander Yuriko Hadi saat dikonfirmasi, Minggu.
BACA JUGA: Ulama Kharismatik KH Abdur Rasyid Abdullah Syafii Meninggal Dunia Sore Ini
Proses pemakaman K.H. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i dilaksanakan di masjid di dekat kediaman almarhum. Alexander mengatakan bahwa pihak kepolisian bersama tim tiga pilar Jakarta Selatan memastikan keamanan selama proses pemakaman dan mencegah terjadi kerumunan pelayat.
"Alhamdulillah tidak terjadi kerumunan," kata Alexander.
BACA JUGA: Polisi Urai Kerumunan di Rumah Duka KH Abdur Rasyid Abdullah Syafii
Kediaman almarhum juga menjalani proses sterlisasi termasuk penyemprotan disinfektan.
K.H. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i yang juga pengasuh Yayasan Pendidikan Islam As-Syafi'iyah, Jakarta meninggal dunia karena Covid-19 pada Sabtu (10/7/2021) pukul 17.38 WIB di usia 80 tahun. Ulama kelahiran 30 November 1942 itu adalah putra ulama Betawi legendaris, KH Abdullah Syafi’i.
Sejak kecil hingga menginjak usia dewasa,K.H Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i banyak belajar agama Islam langsung kepada ayahandanya sebagai pengasuh Yayasan Pendiidkan Islam As-Syafi’iyah. K.H Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i juga sering mengikuti sang ayah dalam berdakwah, baik di Indonesia maupun mancanegara, seperti Singapura dan Malaysia.
Dalam pendidikan, K.H Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i juga belajar secara langsung kepada para habaib, seperti Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi Kwitang, Habib Ali bin Husen Alatas Bungur, Habib Salim bin Ahmad Bin Jindan, Mufti Johor, Habib Alwi bin Thahir Al-Haddad, dan lainnya.
Selain aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, K.H Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i juga terus melakukan dakwah dari kota ke kota, dan menjadi mengasuh pondok dan lembaga pendidikan As-Syafi’iyah.
(Rahman Asmardika)