"Memang belum ada kepastian Covid atau enggak, tapi gejalanya mengarah ke sana. Saturasi oksigen rendah cuma 60 atau 70. Oleh salah satu rumah sakit ditolak terang-terangan karena enggak ada tempat."
"Akhirnya coba lobi ke rumah sakit lain, setelah kita cek ternyata ada tempat... Tapi ternyata si pasien sudah meninggal di ambulans."
"Sejak UGD penuh semua, makanya sekarang kalau mengantar pasien, saya ngomong ke keluarga, pastikan dulu ada tempat tidur kosong di rumah sakit. Biar enggak muter-muter cari."
'547 orang meninggal di luar rumah sakit'
Kapasitas tempat tidur pasien di 19 rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mencapai 99%.
Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Jawa Timur, Dodo Anondo, juga mengamini banyaknya rumah sakit yang menutup layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena sudah kelebihan kapasitas.
Catatan Persi di Surabaya saja setidaknya ada 13 IGD yang tutup sementara.
Epidemiologi dari Universitas Airlangga, Surabaya, Windhu Purnomo, mengatakan di Kota Pahlawan ini nyaris tidak ada tempat tidur perawatan yang kosong lantaran membludaknya pasien.
"Sekarang banyak yang tidak dapat tempat untuk bed isolasi maupun ICU karena kapasitas terlampaui," tukas Windhu kepada BBC News Indonesia melalui sambungan telepon, Selasa 12 Juli 2021.
"Akibatnya, banyak pasien yang meninggal di tengah mencari rumah sakit. Itu semua ujungnya dari kondisi penularan yang terus terjadi, terlambat mengetahui tanda bahaya atau gejala, dan kolapsnya rumah sakit karena penuh, oksigen habis."
Bagi Windhu, kasus pasien meninggal karena ditolak rumah sakit akan terus terjadi jika tidak ada langkah pemerintah setempat untuk memperbanyak pengetesan dan pelacakan.