Khofifah menegaskan, pesan Gus Dur tersebut bukan pesan biasa, namun mengandung arti bahwa kemanusiaan begitu pentingnya dijunjung tinggi dalam kehidupan ini. Humanisme lebih tinggi daripada pluralisme.
“Orang menjunjung toleransi, memberikan perlindungan kepada sesama manusia, termasuk kepada minoritas, itu karena sisi kemanusiaanya yang dominan,” katanya.
Khofifah menambahkan, Gus Dur menginginkan humanisme berlaku universal, sehingga kampanye soal humanisme tidak hanya di dalam negeri, tapi beliau juga sampaikan di manca negara.
Ia lalu bercerita, saat dirinya mengikuti kunjungan kenegaraan Presiden Gus Dur ke Amerika Serikat (AS). Di hadapan pimpinan negara adi daya itu, Gus Dur menegaskan komitmennya bahwa dirinya di Indonesia melindungi kelompok minoritas, maka diharapkan Amerika Serikat juga melakukan hal yang sama terhadap kaum minoritas.
“Saya (di Indonesia) melindungi minoritas, maka di negeri ini saya minta tolong supaya minoritas dilindungi,” kata Khofifah menirukan ucapan Gus Dur saat itu.
Walaupun dekat dengan Gus Dur, namun Khofifah tetap menganggap dirinya sebagai pelayan Gus Dur, bukan yang lain.
“Saya hanya pelayan (beliau). Gus Dur kesukaannya edamame, jagung rebus. Kalau buah beliau suka salak dan langsat. Tugas saya hanya ngupas kulitnya (untuk Gus Dur),” pungkasnya. (din)
(Rani Hardjanti)