JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku sejak awal tidak percaya anak bungsu mendiang pengusaha Akidi Tio, Heriyati hendak menyumbangkan dana sebesar Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19. Menurutnya, kebohongan dengan cara tersebut telah banyak terjadi sebelumnya.
Lebih jauh Mahfud menuturkan, cuitan dia sebelumnya adalah bermaksud untuk menyindir yang bersangkutan, bukan lah benar-benar berharap.
"Terkait Akidi Tio, saya sejak awal sudah tak yakin itu ada karena petualang seperti itu sudah banyak memberi pelajaran pada kita. Makanya, ketika saya mencuit 'mudah-mudahan itu nyata' Saya justeru sama sekali tak berharap itu ada tapi saya nyindir kepada yang percaya dengan itu," tutur Mahfud dalam keterangan tertulis, Selasa (3/8/2021).
Mahfud menjelaskan, ketika mendengar kabar akan adanya sumbangan tersebut, dirinya langsung mengontak Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru yang pada saat itu ikut hadir dalam kegiatan Forkompimda di Mapolda Sumatera Selatan. Namun, kata Hendra ke Mahfud, tak ada satupun dokumen ataupun penyerahan barang terkait sumbangan tersebut.
"Saya juga sudah bertanya kepada Gubernur Sumsel Pak Herman Daru. Ternyata gubernur juga hanya diundang seremoni sebagai Forkompimda secara dadakan tapi tak ada penyerahan barang atau dokumen apa pun," katanya.