Akhirnya, si penjual ayam memberikan berbagai bagian tubuh ayam yang biasanya dibuang tersebut pada zaman itu. Gus Dur kemudian pulang membawa semua bagian-bagian tubuh ayam tersebut, lalu memasaknya. Kemudian teman-temannya dipanggil untuk pesta makan enak.
Saat mereka mengetahui yang dimasak Gus Dur itu kaki, sayap kepala, dan jeroan ayam, teman-temannya bertanya, ”Bagaimana sampeyan bisa mendapatkan ini, kok bisa, Gus? Bagaimana sampeyan bilang kepada penjualnya?”
Gus Dur menjawab dengan tenang. ”Aku katakan, ‘ini untuk kucing’ Ha ha ha.”
Semua tertawa terbahak-bahak, sambil menikmati makan enak gratis ala Gus Dur. Mendengar cerita itu Gus Mus, tertawa terkekeh-kekeh. (din)
(Rani Hardjanti)