Ini Daftar 'Prank' di Berbagai Era Presiden, Mulai dari Soekarno hingga Jokowi

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Jum'at 06 Agustus 2021 13:29 WIB
Polemik sumbangan keluarga mendiang pengusaha Akidi Tio sebesar Rp2 triliun (Foto: Okezone)
Share :

3. Zaman Megawati Soekarnoputri

Satu kejadian menarik saat Megawati menjabat sebagai Presiden adalah isu adanya harta karun di sebuah situs batutulis. Di bulan Agustus 2002, penggalian dilakukan di sebuah kawasan kompleks Batutulis, Bogor.

Penggalian tersebut atas instruksi langsung dari Menteri Agama Said Agil Husein Al Munawwar. Said mengaku mendapat mimpi tentang adanya harta peninnggalan Prabu Siliwangi yang tertimbun di wilayah itu. Ia menyebut, nilai fantastis yang ada hingga menyentuh Rp1.500 triliun. Setelah dilakukan penggalian, tidak ada satupun harta karun yang ditemukan.

4. Zaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kasus Banyu Geni juga cukup heboh. Seorang pengusaha asal Nganjuk, Jawa Timur yang bernama Joko Suprapto mengaku bisa merubah air menjadi bahan bakar, atau banyu geni alias blue energy.

Kemampuannya itu sampai di telinga Heru Lelono, seorang staf khusus presiden SBY. Joko kemudian diundang secara khusus ke kediaman SBY di Cikeas untuk menjelaskan dan membahas mengenai blue energy.

Bahkan, Heru membuat sebuah tim dan proyek di Cikeas untuk membangun infrastruktur produksi blue energy dengan kapasias 10 liter per detik. Namun, di tengah jalan Joko tiba-tiba menghilang begitu saja hingga menimbulkan kecurigaan berbagai pihak. Kemampuannya mengubah air menjadi bahan bakar pun diketahui sebagai tipuan belaka.

5. Zaman Joko Widodo

Terakhir, ada beberapa kasus ‘prank’ yang terjadi di era presiden Joko Widodo. Pertama adalah tentang isu pengeroyokan yang menimpa aktivis wanita, Ratna Sarumpaet di tahun 2019. Ibunda dari aktris Atiqah Hasiholan itu mengaku dipukuli oleh oknum tak dikenal di Bandung, Jawa Barat.

Ratna juga sempat membagikan foto wajahya yang penuh luka lebam. Akan tetapi, karena foto itulah banyak pihak curiga bahwa lebam yang diderita Ratna bukanlah akibat pengeroyokan. Melainkan, karena operasi plastik. Benar saja, Ratna bahwa lebam yang ia derita adalah hasil dari operasi plastik. Ia akhirnya harus meringkuk di hotel prodeo selama 2 tahun.

Kasus ‘prank’ kedua adalah sumbangan dari keluarga Akidi Tio sebesar Rp2 triliun untuk membantu penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan. Sumbangan tersebut diberikan secara simbolis oleh anak Akidi, Heriyanti kepada Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Hendri pada 27 Juli lalu.

Namun setelah diselidiki, dana bantuan itu fiktif atau bodong. Heriyanti pun akhirnya ditangkap di sebuah bank swasta di daerah Palembang.

(Susi Susanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya