MALANG - Angka kematian yang tinggi bagi pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri membuat Menteri Koordinator (Menko) Maritim dan Investasi (Marvest) Luhut Panjaitan datang ke Malang. Bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi. Luhut melakukan pengecekan penanganan Covid-19 di tiga wilayah di Malang raya, yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.
Luhut meminta pemerintah daerah di Malang raya optimal menyiapkan fasilitas isolasi terpusat (isoter) untuk meminalisir angka kematian pasien Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan, yang isolasi mandiri di rumah. Ia juga menegaskan agar warga tak perlu malu saat harus dievakuasi tim Satgas Covid-19 untuk melakukan isolasi terpusat.
"Begitu kalau kita testing dan tracing agak ketat, ikut saja ke isoter. Isoter ini kan ada dokternya, ada perawatnya, ada obatnya, pengecekannya ada semua, dan tidak menulari ke keluarga kita. Kalau kita tidak hati - hati delta varian ini sangat berbahaya. Tidak menyerang pernapasan, kita tidak tahu tiba - tiba saturasi oksigen kita dibawah 80," ungkap Luhut, saat berkunjung ke Kota Malang, pada Jumat (13/8/2021).
"Kalau itu terjadi sudah sulit ditolong. Sehingga angka kematian (akibat isolasi mandiri Covid-19) tinggi. Saya mohon tolong sampaikan kalau ada keluarganya kena, tidak perlu malu," imbuhnya.
Baca juga: 311 Anak-Anak di Kota Bogor Kehilangan Orangtua yang Meninggal Dunia Karena Covid-19
Baca juga: Sertifikat Vaksin Belum Jadi Syarat Klayaban di Jateng
Sementara itu Bupati Malang Sanusi mengungkapkan, bakal mengikuti saran dari Menko Marvest Luhut Panjaitan dan Menkes Budi Gunadi. Pihaknya sendiri telah menyiapkan tempat isoter di 33 kecamatan di Kabupaten Malang, ditambah dengan isoter terpusat di Rusunawa ASN Kepanjen yang sebelumnya sudah ada. Dimana isoter di setiap kecamatannya di tempatkan di bangunan sekolah yang berdekatan dengan puskesmas kecamatan, agar memudahkan pasien Covid-19 terpantau. Nantinya para pasien Covid-19 yang isolasi mandiri di Kabupaten Malang, akan dievakuasi ke fasilitas isoter yang tersedia.
"Memasukkan semua isoman ke isoter, agar menghambat penyebaran. Itu mau kita gerakkan, dan besok Selasa sudah ada pemindahan ke isoter. Sekarang ada sebanyak 2.500 yang isoter, namun targetnya ada 500 dalam minggu ini sudah bergerak," kata Sanusi.
Sanusi menambahkan, untuk isoter di masing - masing kecamatan terdapat total 1.200 bed yang tersedia. Dimana jumlah ini bakal terus ditambah seiring masih tingginya angka pasien COVID-19 di Kabupaten Malang.
"(Isoter) di masing-masing kecamatan ada. Isoter total ada 1.200, sementara target utama 500, berikutnya akan kita tambah lagi. Minggu berikutnya akan 500 lagi," tutur dia.
Di sisi Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyatakan, bakal melarang warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Sebab hal itu akan riskan menulari penghuni rumah lainnya, maka ia menginstruksikan jajarannya untuk mengevakuasi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 ke isoter terpusat baik di setiap kelurahan, kecamatan, hingga di tingkat Kota Batu di YPPII.
"Seminggu ke depan, semua harus bisa kita eksekusi. Yang paling penting adalah, tidak boleh isoman di rumah. Jadi semua yang terkonfirmasi harus masuk isoter. Karena itu yang menyebabkan isoman, dengan situasi kondisi yang kurang terkontrol, dan bisa cepat menularkan kepada keluarga atau orang di sekitar," beber Dewanti.
Dewanti menututurkan, dari 400 bed di isoter di Kota Batu, sejauh ini tempat isoter di tingkat kelurahan masih belum optimal difungsikan. Beberapa tempat isoter di kelurahan bahkan ada yang belum terisi, padahal ada warganya terkonfirmasi positif Covid-19.
"Kami punya sekitar 400 tempat tidur. Jadi ada isoter di YPPII, kecamatan, dan kelurahan itu ada. Tetapi yang di kelurahan, semua ini posisinya rata-rata tidak terisi karena isoter terpusat masih ada kamarnya. Isoter itu ada 59 orang, rumah, 35 orang. Besok, yang di rumah akan kami pindah ke isoter semua, isoter itu bisa memuat 160 pasien," tukasnya.
Sebagai informasi, kasus Covid-19 di Malang raya dari data yang dihimpun dari Satgas Covid-19 Jawa Timur, hingga Jumat siang 13 Agustus 2021, terdapat 27.274 kasus. Rinciannya 4.954 kasus aktif atau menjalani perawatan, 20.631 pasien sembuh, dan 1.689 pasien meninggal dunia. (wdi)
(Rani Hardjanti)