Eka Hospital Terpilih Sebagai RS Wisata Medis Indonesia

Agustina Wulandari , Jurnalis
Senin 16 Agustus 2021 19:14 WIB
Foto: Dok.Eka Hospital
Share :

TANGERANG SELATAN - Eka Hospital terpilih sebagai salah satu rumah sakit percontohan wisata kesehatan (health tourism) Indonesia yang digagas oleh Perhimpunan Kedokteran Wisata Kesehatan Indonesia (PERKEDWI), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Indonesia. Selain itu, Eka Hospital juga terpilih sebagai Pusat Wisata Medis bidang Orthopaedic & Spine.

Terpilihnya Eka Hospital sebagai salah satu rumah sakit percontohan wisata kesehatan (health tourism) ditandai dengan kunjungan di Eka Hospital Cibubur pada Sabtu, 14 Agustus 2021 yang dihadiri oleh Nia Niscaya, SH, MBA selaku Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Agustin Rahayu, ST, MSI selaku Direktur Pemasaran Pariwisata Regional II Kemenparekraf, Dra. Dessy Ruhati, MM, PAR selaku Direktur Event Nasional & Internasional Kemenparekraf, Iman Santosa, SSos, MSI selaku Direktur Hubungan Antar Lembaga Kemenparekraf serta perwakilan dari Perhimpunan Kedokteran Wisata Kesehatan Indonesia (PERKEDWI).

Foto: Eka Hospital

Baca Juga: Pemasangan Alat Pacu Jantung, Apa Fungsinya?

Dr. Mukti E. Rahadian, MARS, MPH, selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Kedokteran Wisata Kesehatan Indonesia (PERKEDWI) mengatakan, PERKEDWI sebagai himpunan seminat di lingkungan Majelis Peningkatan Pelayanan Keprofesian Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia juga memiliki komitmen yang kuat untuk bekerja sama dengan seluruh entitas bussines collaborative di bidang wisata kesehatan di Indonesia untuk meningkatkan profesionalitas para dokter Indonesia.

“Kerja sama ini dalam rangka mendorong percepatan penyelenggaraan lima pilar konsep Wisata Kesehatan Indonesia yang terdiri dari wisata medik Indonesia, wisata kebugaran, estetika, anti penuaan dan herbal Indonesia, wisata ilmu kedokteran dan Kesehatan Indonesia, wisata kesehatan olahraga Indonesia, serta dukungan layanan kesehatan pada destinasi prioritas & superprioritas,” ujarnya.

Di samping itu, Dr. James Carlos selaku Commercial Director Eka Hospital mengungkapkan, merupakan sebuah kebanggaan bagi kami untuk dapat turut berkontribusi dalam program wisata kesehatan (health tourism) Indonesia sekaligus memperkenalkan pusat unggulan Orthopaedic & Spine Eka Hospital yang dipimpin langsung oleh DR. dr. Luthfi Gatam, Sp.OT (K) Spine serta dilengkapi Robot Navigasi Operasi Tulang Belakang pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara untuk kebutuhan operasi pasien skoliosis dan gangguan tulang belakang.

Berdiri sejak 2008, Eka Hospital Grup telah memiliki empat unit rumah sakit yang berlokasi di BSD Tangerang, Bekasi, Cibubur, dan Pekanbaru. Terpilihnya Eka Hospital menjadi rujukan nasional hingga Asia Tenggara yang bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi pasien yang selama ini mengalami kesulitan untuk menemukan fasilitas kesehatan memadai di daerahnya masing-masing terutama untuk bidang orthopaedic & tulang belakang, serta pasien yang memiliki hambatan untuk berobat ke luar negeri di masa pandemi Covid-19.

Dibekali oleh tenaga kesehatan yang profesional dan layanan dokter unggulan, Eka Hospital juga bekerja sama dengan brand penyedia armada taksi Blue Bird untuk penjemputan pasien secara gratis di Bandara Soekarno Hatta, Bandara Halim Perdana Kusumah, Stasiun Gambir dan stasiun kereta api lainnya.

Untuk menikmati layanan ini, pasien cukup membuat perjanjian di nomor WhatsApp Eka Hospital 08888-90-5555. Setelah mengontak nomor tersebut, pasien akan diminta informasi tanggal kedatangan dan nomor telepon yang dapat dihubungi saat penjemputan.

Foto: Eka Hospital

“Selain kolaborasi antara keahlian dokter dan peralatan medis yang modern bahkan satu-satunya di Asia Tenggara, kami juga terus mengutamakan kenyamanan pasien untuk berkunjung ke Eka Hospital dari wilayah manapun. Melalui formasi ini, Eka Hospital siap menjadi rujukan pasien baik di tingkat nasional hingga Asia Tenggara,” tutur James.

Eka Hospital menerapkan Rekam Medis Elektronik sehingga data medis pasien tercatat pada sistem secara terintegrasi agar memudahkan kolaborasi tim dokter dalam mengobati pasien dan mengurangi tingkat kesalahan diagnosa/tindakan oleh tim dokter, serta ketentuan Satu Pasien Satu Kamar untuk memberikan kenyamanan pada pasien dan mengurangi kemungkinan berjangkitnya infeksi nosokomial dalam rumah sakit.

Berdiri sejak 2008, Eka Hospital melayani rata-rata 500.000 pasien per tahun, 6.000 tindakan operasi per tahun, serta melayani lebih dari 60.000 pasien medical check up per tahun.

CM

(Yaomi Suhayatmi)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya