5 Fakta Menarik Terungkap dalam Pidato Kenegaraan Jokowi

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Senin 16 Agustus 2021 13:05 WIB
Presiden Jokowi mengenakan baju adat Badui (Foto : Youtube)
Share :

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato kenegaraannya di dalam sidang tahunan MPR RI 2021 pada, Senin (16/8/2021). Dalam pidatonya tersebut, Jokowi banyak menyinggung soal pandemi Covid-19 yang hingga kini masih terjadi di Indonesia.

Namun, ia menjelaskan bahwa banyak lini atau sektor yang tumbuh, justru akibat adanya pandemi ini. Dalam pidatonya kali ini, Jokowi juga memberikan beberapa fakta menarik tentang imbas pandemi Covid-19 di Indonesia.

1. Pandemi Covid-19 Memicu Cara Baru

Dalam menjaga diri sendiri dan orang lain, beberapa cara yang tadinya dianggap tabu dilakukan, berubah menjadi sebuah kebiasaan baru yang wajib dilakukan. Jokowi menyebut, keharusan menggunakan masker, mencuci tangan, tidak bersalaman dan menghindari kerumunan adalah beberapa hal yang dulu dianggap tabu untuk dijalankan.

Kemudian, ada juga kebiasaan bekerja dari rumah, belajar, rapat dan sidang secara daring atau virual yang dulu dilakukan ragu-ragu. Akan tetapi, sederet hal tersebut justru kini menjadi keharusan yang dilakukan masyarakat.

2. Inovasi Kian Bertambah

Kondisi yang saat dialami memang terasa cukup berat. Maka dari itu, sebuah negara harus memiliki masyarakat dengan karakter berani berubah dan berani berkreasi. Jika sudah berani, maka keberanian itu akan menjadi fondasi utama guna membangun Indonesia yang lebih maju.

Selama 1,5 pandemi, Jokowi menyebut jika masyarakat sudah berusaha melakukaan perpindahan ke cara baru, beriringan dengan era revolusi industri 4.0. Kecakapan dengan cara baru tersebut akan mampu membuat seseorang untuk bekerja secara lebih efektif, efisien dan produktif.

Baca Juga : Jokowi: Pemerintah Komitmen Hapus Kemiskinan Ekstrem

3. Rasa Gotong Royong Meroket

Kesadaran, partisipasi dan gotong royong masyarakat memang diakui Jokowi meningkat pesat selama pandemi ini. Berdasarkan pernyataan presiden tersebut, memang banyak banyak sekali masyarakat yang membuat suatu asosiasi atau wadah yang menitikberatkan pada hal-hal sosial guna membantu masyarakat selama pandemi. Seperti masyarakat yang menyediakan ambulans gratis, membantu dalam donor plasma konsevalen, hingga membagi-bagikan bantuan kepada mereka yang paling terdampak Covid-19.

Di beberapa daerah juga terlihat banyak warga yang sengaja meletakkan sayur atau buah-buahan segar gratis untuk tetangga yang sedang mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi. Jokowi juga menyebut, bahwa kelembagaan pemerintah meningkat pesat dan lembaga negara antara pusat dengan daerah, hingga desa juga mengalami konsolidasi baik.

4. Sektor Kesehatan Tanah Air Membaik

Kesehatan adalah fokus utama yang menjadi perhatian. Sementara, penyakit merupakan masalah bersama. Jokowi menilai, sektor kesehatan dalam negeri semakin baik walaupun harus menghadapi suasana yang tidak pasti seperti sekarang ini.

Pengembangan industri farmasi dalam negeri berkembang baik dan maksimal, termasuk pengembangan vaksin merah-putih, dan oksigen untuk kesehatan. Ditambah, ketersediaan dan keterjangkauan harga obat akan terus dijamin oleh pemerintah. Tidak ada toleransi sedikit pun terhadap siapa pun yang mempermainkan misi kemanusiaan dan kebangsaan ini.

Di sisi lain, masyarakat semakin peduli dalam menjaga kesehatannya. Seperti, lebih rajin mencucui tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak. Masyarakat pun dirasa semakin memiliki gaya hidup yang lebih baik. Contohya adalah rutin melakukan olahraga, mengonsumsi makanan yang bernutrisi dan menjaga kebersihan lingkungan.

Keharusan untuk melakukan vaksinasi dipatuhi baik oleh masyarakat. Menurut Jokowi, kesadaran vaksinasi bagi masyarakat sangat baik, sehingga menimbulkan antusiasme. Pandemi telah mengajarkan jika kesehatan adalah sebuah agenda bersama.

5. Sinergitas Lembaga Berjalan Baik

Lembaga legislatif dan lembaga pemeriksaan deras memberikan dukungan kepada pemerintah, di awal pandemi Covid-19, Maret 2020 silam. TNI, Polri dan birokrasi seluruh pihak, dari tingkat nasional hingga desa terus saling membantu demi menegakkan kedisiplinan protokol kesehatan, termasuk vaksinasi dan mempersiapkan fasilitas isolasi terpusat. Melakukan testing, tracing, tracement dan vaksinasi dengan sangat cepat telah mengasah kepemimpinan di seluruh level pemerintahan.

Jokowi melanjutkan, pemerintah terus memberikan bantuan sosial yang lebih masif jika dibandingkan dengan situasi normal. Contoh bantuan tersebut adalah PKH (Program Keluarga Harapan), kartu sembako, diskon listrik, subsidi gaji, bantuan produktif usaha mikro, bantuan sosial tunai, BLT dana desa dan program kartu pra kerja. Deretan program tersebut terus ditingkatkan kualitasnya. Adapula subsidi kuota internet untuk wilayah yang terkena PPKM, kepada murid, mahasiswa, tenaga kependidikan, guru dan dosen.

Menurut Jokowi, satu hal yang paling utama adalah memulihkan dan mendongkrak perekonomian nasional. Salah satu upayanya adalah dengan meluncurkan OSS atau One Single Submission bagi pengusaha UMKM yang akan membantu kepengurusan perizinan, insentif pajak di semua jenis usaha. Kesempatan ini harus dipergunakan semaksimal mungkin oleh pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya