Lebih lanjut, Firli membeberkan bahwa setiap materi pendidikan dan pelatihan bela negara, para peserta didampingi perwira pengawas, pendamping bimsuh, dan perwira pendamping kelas dari pihak Universitas Pertahanan dan KPK.
"Sepanjang 22 Juli sampai 20 Agustus 2021, 18 Pegawai sebagai peserta Diklat melakukan pembagian tugas sebagai komandan apel, penjaga waktu, dan koordinator penyampaian tugas sebagai penugasan dari Ketua Kelas untuk melatih kepemimpinan," ungkapnya.
Adapun, kata Firli, materi diklat bela negara dan wawasan kebangsaan yang diterima 18 pegawai KPK di dalam kelas yakni, nilai-nilai dasar bela negara; sistem pertahanan semesta. Kemudian, wawasan kebangsaan (4 konsensus dasar bernegara); sejarah perjuangan bangsa; pembangunan karakter bangsa; keterampilan dasar bela negara; serta identitas dan integritas nasional.
Sementara untuk kegiatan diluar kelas diisi dengan materi bimbingan dan pengasuhan; praktek baris berbaris; tugas individu; tugas kelompok; outbound/team building; serta olahraga berkelompok maupun mandiri.
"Tidak hanya menerima materi didalam kelas dan sejumlah kegiatan fisik untuk menjaga kedisiplinan dan kesehatan. Bimbingan mental rohani juga telah dilaksanakan dua kali, pertama berlokasi di Universitas Pertahanan dan kedua di Masjid Istiqlal," tutur Firli.
"Penyampai materi adalah Prof.Nazaruddin Umar selaku Imam besar Masjid Istiqlal, kegiatan tersebut diikuti oleh semua peserta baik muslim maupun non-muslim karena sifatnya universal. Kegiatan berlangsung di ruang pertemuan di area luar Masjid Istiqlal," sambungnya.
(Qur'anul Hidayat)