PERTEMPURAN Pertempuran sengit telah dimulai antara Taliban dan pasukan perlawanan anti-Taliban yang berbasis di lembah Panjshir, setelah pembicaraan antara kedua pihak gagal menyelesaikan perbedaan mereka. Seorang juru bicara perlawanan mengklaim memukul mundur serangan Taliban yang menyebabkan Taliban menderita kerugian besar.
Perlawanan ini dipimpin Ahmad Masood, putra pemimpin perlawanan anti-Taliban terkenal dari tahun 1990-an, Ahmad Shah Masood. Masood senior, yang memimpin Aliansi Utara melawan Taliban, dibunuh oleh militan al-Qaida yang menyamar sebagai jurnalis sebelum serangan 11 September 2001 di Amerika.
Setelah jatuhnya Kabul bulan lalu, anggota pasukan keamanan Afghanistan dari seluruh negeri yang merasa dikhianati oleh pemimpin militer mereka yang menyerah, menuju Panjshir untuk bergabung dengan tentara perlawanan. Di antaranya termasuk beberapa pasukan khusus yang terkenal dengan kemenangan mereka di medan perang melawan Taliban selama bertahun-tahun serta wakil presiden pertama pada rezim yang digulingkan, Amrullah Saleh.
Juru bicara Masood, Fahim Dashty, mengatakan Taliban menjalankan operasi serangan di timur laut lembah itu, khususnya dari celah gunung bernama Khaawak, serta dari barat daya provinsi Parwan.
Ia mengklaim Front Perlawanan Nasional Afghanistan (NRFA), sebagaimana kelompok yang berbasis di Panjshir telah memukul mundur Taliban dengan menimbulkan beberapa ratus korban.
“Mereka telah dikalahkan dengan berat. Angka yang kita punya, 150 orang tewas, sekitar 200 orang luka-luka, 35 orang ditahan, empat konvoi mereka hancur, serta dua senjata berat,” katanya.
Baca Juga : Terungkap, Ini Pembicaraan Terakhir Biden dan Ghani Sebelum Afghanistan Dikuasai Taliban