JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, bahwa mulai marak pemalsuan data elektronik sertifikat vaksin di Indonesia. Ia pun tidak menampik bahwa kasus itu banyak dan akan berdampak signifikan apalagi terkait dengan Covid-19.
Budi membandingkan kriminal elektronik di perbankan dengan kesehatan berdasarkan dampaknya.
"Saya di perbankan lama banyak juga kriminal elektronik seperti ini kejadian di perbankan banyak sekali. Bedanya dengan di Kesehatan, kalau di perbankan ada orang melakukan tindakan kriminal elektronik seperti ini yang rugi yang punya rekening cuma satu orang. Kalau dosa? Dosa, salah? Salah, tapi korbannya satu. Kalau ini (kesehatan) orang yang harusnya positif tapi gara gara ini lolos dia masuk misalnya ke masjid yang kena bukan hanya satu yang kena semua orang di masjid itu. Jadi kalau di perbankan satu kriminal di transaksi elektronik itu kena korbannya satu, disini korbannya itu bisa kita, bisa keluarga kita, bisa tetangga kita, bisa warga satu kota, bisa seluruh Indonesia," kata Budi saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (3/9/2021).
Baca juga: Calon Penumpang Pesawat di Makassar Terciduk Palsukan Dokumen PCR
Budi menambahkan dampak yang besar disebabkan oleh rekativation rate 1:8.