GAJAH MADA terkenal dengan sifat kepemimpinannya dan kecerdikannya. Maka tak heran dengan sifat kepemimpinannya Kerajaan Majapahit kala itu menjadi salah satu kerajaan yang disegani di Nusantara.
Bahkan dalam Kakawin Negarakertagama disebutkan Gajah Mada memiliki sifat wiksaneng. Hal ini juga dituliskan oleh Enung Nurhayati dalam bukunya berjudul "Gajah Mada Sistem Politik dan Kepemimpinan". Wicakseneng sendiri merupakan bahasa Sansekerta yang berarti cerdas, pandai, bijaksana, berpengalaman dalam, mengetahui tentang, ahli dalam.
Baca juga: Kisah Gajah Mada Dikepung Tentara Majapahit hingga Akhirnya Muksa
Maka bisa disimpulkan dari arti bahasa Sansekerta ini, Gajah Mada dinyatakan sebagai pemimpin yang mempunyai sifat wicakseneng naya, karena dia seorang pemimpin yang pandai dalam berdiplomasi dan pandai mengatur siasat. Gajah Mada mahir melakukan konsolidasi dan berdiplomasi dengan kerajaan - kerajaan lain di wilayah Nusantara.
Hasil diplomasi ini terbukti banyak lawan yang bertekuk lutut di hadapan Gajah Mada. Strategi perang Gajah Mada pun bisa menjadikan musuh - musuhnya tidak kuasa menghadapi tipu muslihat yang dilakukan Gajah Mada, misalnya saat Gajah menyerang Bali.
Baca juga: Majapahit di Era Hayam Wuruk dan Gajah Mada, Masyarakat Muslim Bermukim di Ibu Kota
Gajah Mada bisa menetapkan kebijaksanaan dan memformulasikan strategi - strategi untuk mencapai tujuan dalam mengembangkan Majapahit. Gajah Mada mampu membuat satu visi Persatuan Nusantara, sehingga Majapahit mempunyai kekuasaan melebihi Jawa.