BOGOR - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih mengkaji penerapan ganjil-genap di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor untuk dipermanenkan atau tidak. Itu karena masih menunggu hasil evaluasi dan dikaji lebih mendalam oleh semua pihak terkait.
"Tahap pertama minggu lalu, tahap dua yang sekarang. Hari ini makanya saya ingin memastikan bersama Pak Dirlalin dan yang teman-teman Polri lakukan karena nantinya dari hasil uji coba ini kita sedang merancang ada rancangan Peraturan Menhub untuk ganjil-genap yang apakah nanti permanen seperti ganjil-genap, atau kemudian ada layer 1 layer 2," kata Dirjen Perhubungan Darat pada Kemenhub Budi Setiyadi di Simpang Pos Polisi Gadog, Kabupaten Bogor, Minggu (12/9/2021).
Selain ganjil-genap, akan ada opsi atau pilihan lainnya yang mungkin diuji coba di Jalur Puncak untuk mengatasi kepadatan. Salah satunya penerapan 4 in 1 atau satu kendaraan diisi 4 orang.
"Kalau kapasitas atau volume masih tinggi sehingga kapasitas jalan menjadi terganggu, kita lakukan layer kedua. Selain ganjil-genap juga mungkin akan kita berlakukan misalnya 4 in 1, satu kendaraan harus dimuat empat orang. Mungkin seperti itu," ungkapnya.
Akan tetapi, semua kajian itu masih harus dibahas lebih lanjut tidak hanya dengan Kabupaten Bogor tetapi juga wilayah sekitarnya. Termasuk melibatkan masyarakat untuk memberikan masukannya.
Baca Juga : 758 Kendaraan Diputarbalik saat Ujicoba Ganjil Genap di Jalur Puncak Hari Ini