Buya Syafii: Pancasila Jangan Digantung di Langit Tinggi

Agustina Wulandari , Jurnalis
Rabu 06 Oktober 2021 13:00 WIB
Foto: Dok.BPIP
Share :

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Buya Syafii Maarif meminta para pemuda serius ikut serta mengurus Negara agar Indonesia bisa bersaing dengan negara lainnya. Ajakan tersebut disampaikan dalam 'Sarasehan Sinergi Pembumian Pancasila Bersama Organisasi Masyarakat Bidang Kepemudaan dan Kebangsaan' di Jakarta, Selasa (5/10).

"Ini rintihan saya sebagai orang tua. Sila kedua dan kelima Pancasila perlu lebih diperhatikan demi menegakkan keadilan sosial," ujar Buya via daring kepada puluhan pengurus ormas kepemudaan.

Ia berharap banyak dari sinergitas BPIP dan para pemuda agar nilai-nilai luhur Pancasila tidak 'digantung di langit tinggi' untuk menghadapi tantangan bangsa, pandemi, dan pembumian Pancasila.

Baca Juga: BPIP Sebut 15 Buku Teks Materi Pancasila Tunggu Penetapan Presiden RI

"Generasi muda bukan gagal, tapi belum berhasil membantu rakyat, membawa Indonesia lebih baik. Peran perguruan tinggi, profesor, orang-orang pintar pun tetap perlu didukung oleh semangat para pemuda," tutur Buya.

Di tempat yang sama, Wakil Kepala BPIP Haryono menilai pihaknya tidak ingin memonopoli pembumian Pancasila. Harus dikerjakan bersama organisasi kepemudaan agar aktual, inovatif, dan kreatif. "Mari mengubah masa depan lebih baik. Optimis Pancasila tegak berdiri sehingga bangsa ini merdeka, adil, dan makmur," ujarnya.

Haryono menekankan disiplin waktu sebagai salah satu tindakan sederhana tapi riil dalam aktualisasi Pancasila. "Apa mungkin bangsa maju kalau kita tidak disiplin?" ucapnya.

Sarasehan ini digelar secara langsung dan daring. Diikuti oleh para kedeputian BPIP serta para pengurus ormas kepemudaan antara lain PB HMI, PMKRI, DPP GMNI, DPP GPP dan IMM. Mereka juga menandatangani Nota Kesepahaman dan berdiskusi panel.

CM

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya