Sementara itu, Kepala BPBD Kota Malang Alie Mulyanto menyatakan, selain kejadian petir yang menyambar bangunan masjid, pihaknya mencatat ada setidaknya sepuluh titik banjir yang menerjang Kota Malang, hingga Senin malam.
"Untuk genangan air ada kurang lebih sepuluh titik. Mayoritas di wilayah utara Kota Malang," kata Alie.
Alie menjelaskan, beberapa titik yang mengalami banjir tersebut diantaranya adalah kawasan Jalan Soekarno Hatta, dan Jalan Ahmad Yani. Hal ini diakibatkan hujan deras yang mengguyur kurang lebih satu jam pada Senin sore membuat debit air sungai di beberapa titik Kota Malang, meningkat.
Namun, lanjut Alie, genangan banjir yang terjadi akibat curah hujan yang tinggi tersebut, berangsur surut pada saat hujan reda. Saat ini, lanjutnya, kondisi sudah dinyatakan aman, dan tidak ada lagi genangan air.
"Langsung surut pada saat hujan selesai. Kondisi saat ini sudah aman," tandasnya.
Pihaknya meminta masyarakat mewaspadai pontensi bencana hidrometeorologi. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah melakukan persiapan untuk menangani jika terjadi bencana alam.
Pemkot Malang bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama masyarakat tengah meningkatkan sinergi, guna meningkatkan kewaspadaan jika terjadi bencana alam hidrometeorologi di Kota Malang.
Kota Malang memiliki potensi bencana alam diantaranya adalah banjir, tanah longsor, maupun angin puting beliung. Pada pekan lalu, hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Malang juga menyebabkan setidaknya 25 titik mengalami banjir.
(Awaludin)