Ia menambahkan bahwa varian Delta memiliki tingkat penularan lebih tinggi dan membutuhkan cakupan imunitas yang lebih tinggi dalam populasi.
Misalnya, lanjut dia, sebelum adanya varian Delta untuk mendapatkan kekebalan kelompok sekitar 70% populasi harus sudah divaksin. Namun, sejak adanya varian Delta, maka cakupan vaksinasi ditingkatkan menjadi 80%. Kondisi tersebut dengan anggapan bahwa vaksin yang diberikan memiliki efektvitas 100%.
Ia menjelaskan dengan kondisi itu artinya vaksinasi di Indonesia untuk bisa mencapai 80% mensyaratkan sekitar 230 juta penduduk harus divaksin.
Baca juga: Jangan Undang Gelombang Ketiga Covid-19
Dalam pelaksanaannya pun dilakukan dalam waktu kurang dari 6 bulan agar bisa terwujud kekebalan kelompok. “Ini kan sulit, misalnya sanggup pun kekebalan kelompok hanya bertahan beberapa saat dan akan terus berkurang,” ucapnya.
Ia pun meminta masyarakat tetap waspada dan tidak lengah meskipun saat ini kondisi Covid-19 telah terkendali.
Baca juga: Tegas! Sandiaga Uno: Pariwisata Jangan Sampai Picu Gelombang Ketiga Covid-19
Riris mengingatkan bahwa risiko penularan Covid-19 masih ada, terlebih saat adanya pelonggaran aktivitas di masyarakat. “Saat penularan tinggi dilakukan intervensi besar-besaran dengan PPKM. Begitu terkendali aktivitas dilonggarakan karena tidak mungkin terus PPKM karena akan melumpuhkan perekonomian. Namun, pelonggaran ini berisiko penularan akan meningkat lagi,” tuturnya.
(Fakhrizal Fakhri )