AMMAN – Mantan Ratu Yordania, Noor, mengklaim Raja Abdullah II belum membebaskan putranya, Pangeran Hamzah, yang menjadi tahanan rumah sejak musim semi lalu.
Klaim ini terbilang langka karena biasanya keluarga kerajaan merahasiakan apa yang terjadi di istana atau skandal istana dari publik.
Pada Rabu (3/11) malam, Noor, membuat komentar publik yang langka tentang skandal istana dalam sebuah tweet yang menandai ulang tahun cucunya Zein.
"Insya Allah, ayahnya akan dibebaskan secepatnya, dan mampu memberikan pengasuhan Yordania yang alami, penuh harapan dan meneguhkan dan tulus untuknya dan seluruh keluarga,” tulis Noor, seperti dikutip AP, Jumat (5/11/2021). Dia tidak memberikan rincian tentang situasi Pangeran Hamzah.
Baca juga: Pangeran Hamzah Ditangkap, Menlu Yordania Sebut Ada Pihak Asing Terlibat Rencana Kudeta
Diketahui, Pangeran Hamzah adalah saudara tiri Raja Abdullah II. Keretakan hubungan keduaya terjadi pada April lalu. Saat itu, Raja mengurung bangsawan muda yang populer di kerajaan itu. Raja Abdullah menuduh dia telah berkonspirasi dengan orang lain untuk mengacaukan kerajaan.
Hamzah membantah tuduhan itu. Dia juga menepis tuduhan korupsi di tingkat tertinggi. Sejak itu, Hamzah tidak terlihat di depan umum selama berbulan-bulan. Raja Abdullah II telah mengatakan bahwa masalah ini sedang ditangani oleh keluarga, dan bahwa Hamzah berada di bawah perawatan.
Baca juga: Mantan Putra Mahkota Yordania Hamzah Ditahan, Dilarang Menghubungi Siapapun
Secara terpisah, konspirator Hamzah, yakni mantan kepala pengadilan kerajaan dan kerabat jauh raja, dihukum karena penghasutan oleh pengadilan keamanan negara Yordania musim panas ini dan masing-masing dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.
Sementara itu, Pengadilan Kerajaan Yordania pada Kamis (4/11) menolak berkomentar.
Noor adalah istri keempat mendiang Raja Hussein, ayah Abdullah II. Mantan ratu tersebut telah tinggal di luar Yordania selama bertahun-tahun, sebagian besar di Amerika Serikat (AS). Dia pernah mengomentari singkat penahanan putranya pada musim semi lalu.
Pangeran Hamzah adalah tokoh populer di kalangan rakyat Yordania biasa yang mengalami kesulitan ekonomi, bangsawan yang tidak puas, yang tidak pernah memaafkan Abdullah II karena mengambil gelar putra mahkotanya pada tahun 2004.
Skandal itu memberikan gambaran langka tentang cara kerja keluarga penguasa Yordania, yang biasanya dijaga dan tertutup. Kritik terhadap raja dan keluarganya dianggap sebagai “garis merah” dalam wacana publik yang tidak boleh dilintasi warga Yordania.
(Susi Susanti)