JAKARTA - Bagi Gus Dur, humor dan politik tidak dapat dipisahkan. Dalam konteks politik, humor bisa mengurangi tensi kekerasan, konflik, dan menghindarkan dari ketegangan yang berlarut-larut.
Persoalan yang pelik kadang dapat diselesaikan lewat humor. Ini dapat dibuktikan bagaimana ruang sidang DPR/MPR menjadi riuh rendah oleh tawa manakala Gus Dur berpidato, padahal sebelum Gus Dur menjadi presiden, ruang sidang tersebut seolah angker dan menjadi tempat yang makruh tertawa.
Baca juga: Ketika Gus Dur 'Membedah' Isi Otak Soekarno, BJ Habibie dan Otaknya Sendiri
Demikian pula di istana negara, sebuah tempat yang dulunya penuh dengan aturan dan protokoler yang ketat, menjadi lebih ceria dan berwarna karena Gus Dur.
Saat menjadi presiden, Gus Dur sering dikritik menghambur-hamburkan uang negara karena seringnya melakukan lawatan ke luar negeri. Bukan Gus Dur namanya jika tidak bisa menjawab kritikan tersebut melalui humor.
Baca juga: Humor Gus Dur Kritik Menteri Pak Harto: Jawaban Mengejutkan Saat Disodorkan Wanita Cantik