Setelah pernyataan tersebut, Presiden Soekarno lantas menanyakan ke orang tersebut diakuinya sebagai permyataan yang benar.
Lalu Presiden Soekarno kemudian menegur dan menganggap permasalahan ini selesai, dengan alasan tidak ingin mempermalukan pihak lain. Kembali lagi Hoegeng diselamatkan oleh buku besar berisi catatan pentingnya.
(Qur'anul Hidayat)