“Sayangnya, AS tidak menerima proposal konstruktif seperti itu,” tambahnya.
Seperti diketahui, para pemimpin Barat telah membunyikan alarm beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir, mengklaim bahwa Moskow mungkin berencana untuk segera meluncurkan invasi ke Ukraina, yang telah berulang kali dibantah Kremlin.
Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba mengatakan meski Moskow belum memerintahkan serangan terhadap tetangganya, namun Kiev sudah menderita secara ekonomi dan menjadi lebih lemah karena kepanikan yang menyebar ke masyarakat.
Pada akhir Januari lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada warga dalam pidato yang disiarkan televisi bahwa risiko invasi tidak meningkat.
“Ada lebih banyak hype tentang itu sekarang,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Kiev, Alexey Danilov, juga berusaha untuk mengecilkan ancaman tersebut, menambahkan bahwa penumpukan pasukan Rusia tidak secepat yang diklaim beberapa orang.
(Susi Susanti)