Pertikaian Geng Pecah, 120 Penjara di Lockdown Selama Waktu Tak Terbatas

Susi Susanti, Jurnalis
Rabu 02 Februari 2022 13:42 WIB
Pertikaian geng pecah picu 120 penjara di-lockdown (Foto: AP)
Share :

NEW YORK - Lebih dari 100.000 narapidana telah dibatasi tidak boleh menerima kunjungan di penjara mereka setelah tindakan langka diberlakukan di seluruh sistem penjara federal Amerika Serikat (AS) pada Senin (31/1). Menurut Biro Penjara (BOP), lebih dari 120 fasilitas di seluruh AS sekarang dikunci (lockdown) untuk waktu yang tidak terbatas.

"Tindakan sementara diperintahkan dengan sangat hati-hati," terang juru bicara BOP.

Pada Senin (31/1) sore, dua narapidana tewas dan dua lainnya terluka dalam perkelahian di penjara federal dengan keamanan tinggi di Beaumont, Texas yang menampung hampir 1.400 tahanan pria. Biro Investigasi Federal (FBI) telah dipanggil untuk menyelidiki apa yang diyakini sebagai pertengkaran geng.

Baca juga: Tahanan Membludak, Denmark Sewa Penjara Rp3,3 Triliun di Kosovo Selama 10 Tahun

AP mengutip sumber yang berbicara dengan syarat anonim karena penyelidikan yang sedang berlangsung, melaporkan perkelahian itu melibatkan anggota geng jalanan yang kejam.

Geng, MS-13 atau Mara Salvatrucha, dikenal sangat kejam dan terlibat dalam perdagangan narkoba. Geng ini berasal dari Los Angeles (LA) pada 1970-an dan sejak itu menyebar ke sejumlah negara di Amerika Utara dan Tengah.

Baca juga: Kisah Mantan Napi di Penjara Militer Guantanamo, Penghinaan terhadap Manusia

Salah satu narapidana yang terbunuh diidentifikasi sebagai Andrew Pineda, 34, yang digambarkan dalam dokumen pengadilan sebagai anggota geng 'Mafia Meksiko'. Narapidana lainnya yang terbunuh, Guillermo Riojas, 54, menjalani hukuman 38 tahun. Keduanya dilaporkan terlibat dalam bentrokan penjara sebelumnya.

Pejabat BOP tampaknya khawatir tentang potensi pembalasan dalam menanggapi pertarungan fatal dan kekerasan lebih lanjut yang dapat menyebar ke fasilitas lain.

Outlet berita mengatakan bahwa tindakan nasional yang langka telah diterapkan, sama seperti saat terjadi pemberontakan di Gedung Capitol pada 2021 dan lonjakan kasus Covid yang mematikan pada awal pandemi.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya