Tak hanya pada saat Hoegeng menjadi Kepala Jawatan Imigrasi, saat ia menjadi Kapolri, Hoegeng juga melarang Meri untuk menjadi Ketua Umum Bhayangkari yang biasa dijabat oleh Istri Kapolri. Hoegeng juga meminta kepada pengurus Bhayangkari untuk melaksanakan Pemilihan Ketua Umum Bhayangkari.
“Kalau kita main ke Mabes Polri, pada periode kepemimpinan Papi, foto ketua umum Bhayangkari bukan foto Mami, tetapi foto orang lain,” Jelas Didit.
Hoegeng juga berkata saat itu pada istrinya, “Hoegeng ini komandan polisi di Indonesia, tetapi Meri bukan komandan dari istri-istri para polisi,” ujarnya.
(Qur'anul Hidayat)