JEPANG - Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida pada Rabu (9/2) mengatakan berencana memperpanjang pembatasan sosial terkait Covid-19 di Tokyo dan 12 daerah lain selama lebih dari tiga minggu seiring melonjaknya kasus varian omicron.
Fumio mengatakan ia berencana melangsungkan pertemuan dengan gugus tugas penanganan Covid-19 pada Kamis (10/2) dan akan “berhati-hati dengan risiko yang menghambat berlangsungnya kegiatan sosial ekonomi.”
“Kami akan berkonsultasi besok untuk memperpanjang langkah-langkah prioritas berdasarkan penilaian bahwa situasi ini bukan situasi yang aman,” terangnya.
Baca juga: Fumio Kishida Resmi Jadi Perdana Menteri Jepang Ke-100
Jepang telah menolak memberlakukan lockdown – atau penutupan wilayah dan penghentian kegiatan – tetapi merencanakan jam yang lebih pendek bagi operasi bar dan restoran, meskipun tetap memberlakukan penutupan perbatasan yang ketat sejak November lalu, yang telah melarang sebagian besar warga asing masuk.
Baca juga: Fumio Kishida, Penggemar Bisbol yang Jadi PM Ke-100 Jepang
Peluncuran vaksin booster atau vaksin penguat juga telah dikritik karena dinilai terlalu terlambat, di mana hanya sekitar 7,2% warga Jepang yang telah divaksinasi penuh dengan tiga dosis.
Fumio berjanji akan mengirimkan sekitar satu juta vaksin booster per hari pada akhir bulan ini.
Jepang pada Rabu (9/2) mengonfirmasi lebih dari 92.000 kasus baru di seluruh negara itu, termasuk 18.287 kasus di ibu kota Tokyo.
(Susi Susanti)