Tak lupa, Gus Dur juga mengenang masa mudanya ketika menjadi santri. Ia terbiasa menanak nasi atau ngliwet dan makan bersama empat sampai tujuh orang santri lainnya di nampan besar menggunakan tangan langsung.
"Wah, rasanya nikmat sekali, Mas. Tapi kalau lauknya berkuah itu yang susah," ungkap Gus Dur sambil terkekeh.
Gus Dur tercatat pernah menjadi santri di Tambakberas, Jombang, Ponpes Tegalrejo, Magelang, dan Ponpes di Krapyak, Yogyakarta. Pengalamannya menjadi santri pun membuatnya bisa menerima sajian makanan ala kadarnya di pesantren yang dikunjungi maupun suguhan di rumah-rumah rakyat ataupun warung pinggir jalan.
Baca juga: Humor Gus Dur: Wartawan Jengkel, Jawaban NU dan Muhammadiyah Selalu Sama
(fkh)
(Qur'anul Hidayat)