Operasi Senyap Jenderal Kopassus Kirim Ribuan Senjata ke Pejuang Mujahidin 41 Tahun Silam

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Jum'at 18 Februari 2022 11:13 WIB
LB Moerdani/ ist
Share :

MANTAN Panglima ABRI, Jenderal (Purn) Benny Moerdani ternyata pernah mengirimkan senjata secara diam-diam kepada pejuang mujahidin Taliban untuk melawan Uni Soviet, tepat 41 tahun silam atau 18 Februari 1981.

(Baca juga: Di Balik Renggangnya Hubungan Benny Moerdani-Soeharto)

Melansir Benny Moerdani yang Belum Terungkap, kisahnya berawal saat pasukan Negeri Beruang Merah tersebut akan menginvasi Afganistan sampai ke telinga aparat intelejen Indonesia.

Hal ini membuat Amerika Serikat, yang sedang terlibat perang dingin dengan Uni Soviet risau. Indonesia, yang sedang mesra dengan Amerika, lantas memutuskan untuk membantu Afganistan (Pasukan Taliban).

(Baca juga: Aksi Memukau Pasukan Elite Baret Jingga Terjun Tempur Free Fall)

Saat itu, pasukan Taliban yang bersiap melawan Soviet itu bukanlah kelompok biasa. Mereka sebenarnya milisi yang dilatih oleh Central Intelligence Agency, dinas intelijen Amerika.

Letnan Jenderal Benny Moerdani, yang waktu itu Asisten Intelijen Pertahanan dan Keamanan, langsung berangkat ke Islamabad, Pakistan. Di sana, ia bertemu dengan kepala intelijen Pakistan.

Jenderal Kopassus itu didampingi Teddy Rusdy yang merupakan mantan Asisten Perencanaan Umum ABRI sekaligus merangkap Direktur E/Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan BAIS ABRI.

“Pertemuan itu membahas permintaan pejuang Afghanistan dan intelijen Pakistan untuk penyediaan logistik, obat-obatan, dan persenjataan buat pejuang Afghanistan,” ujarTeddy.

Setelah disepakati, senjata itu lalu diterbangkan dari Bandara Halim Perdanakusumah. Sebelum diterbangkan, nomor seri ribuan senjata AK-41 itu dihilangkan dan dikemas dalam peti-peti berlambang Palang Merah untuk menyamarkannya sebagai bantuan makanan atau obat-obatan.

Teddy sendirilah yang mengantar bantuan persenjataan tersebut. Namun, pesawat yang pembawa senjata itu tidak melewati India yang kala itu sedang pro-Soviet.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya