KIEV - Pasukan Ukraina telah menembak dan membunuh seorang pria Israel yang mencoba melarikan diri dari negara itu selama operasi militer Rusia, Tel Aviv mengonfirmasi pada Senin (28/2/2022).
Rusia menyerang negara tetangganya itu minggu lalu, dengan alasan membela Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR), yang memisahkan diri dari Ukraina setelah kudeta 2014 di Kiev. Ukraina mengatakan serangan itu sepenuhnya tidak beralasan dan meminta bantuan masyarakat internasional.
Media Israel melaporkan bahwa Roman Brodsky, yang telah tinggal di Ukraina selama beberapa tahun terakhir, ditembak oleh orang Ukraina di penghalang jalan 95 km selatan Kiev, ketika ia mencoba melarikan diri dengan mobil ke Moldova. Pria itu digambarkan sebagai ayah dari dua anak dan seorang DJ.
Surat kabar Haaretz mengatakan orang-orang Ukraina itu rupanya salah mengira Brodsky sebagai orang lain. Beberapa outlet melaporkan bahwa dia dibunuh oleh tentara, sementara yang lain mengatakan dia ditembak oleh anggota milisi.
Ukraina telah secara aktif mempersenjatai warga sipil dan mendesak mereka untuk tetap waspada terhadap kelompok-kelompok “penyabotase Rusia” yang menyusup ke kota-kota.
"Mereka mengira dia orang Chechnya atau semacamnya dan membunuhnya," kata ayah pria itu seperti dilansir RT. Namun demikian, keluarga Brodsky mengatakan kepada media bahwa mereka menyalahkan Moskow atas kematian putra mereka.
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menyatakan belasungkawa kepada keluarga Brodsky dan mengatakan Tel Aviv akan "terus melakukan semua yang kami bisa untuk membantu warga Israel kembali ke rumah."
Banyak negara, termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris, dan negara-negara anggota Uni Eropa, memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia, antara lain memukul bank dan perdagangannya. Mayoritas negara-negara Eropa menutup wilayah udara mereka untuk maskapai Rusia, dan Moskow telah merespons dengan baik.
Rusia dan Ukraina mengadakan putaran pertama pembicaraan damai di Belarus pada Senin (28/2/2022).
(Rahman Asmardika)