JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan saat ini Indonesia telah berhasil melewati fase puncak kasus dari varian Omicron. Dan kini Indonesia telah berada pada fase adaptasi hidup berdampingan dengan Covid-19.
“Keberhasilan Indonesia melewati puncak Omicron ini, hanya dapat tercapai berkat upaya keras masyarakat yang tertib menerapkan kebijakan pengendalian yang telah dirumuskan oleh pemerintah,” kata Wiku saat Konferensi Pers secara virtual, Selasa (15/3/2022).
BACA JUGA:Muncul Varian Deltacron, Satgas Covid-19: Tingkat Fatalitas Belum Dapat Dipastikan
Untuk itu, Wiku berterima kasih kepada masyarakat yang dengan kesadaran tinggi telah turut serta dalam melindungi satu sama lain berkat kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan 3M, antusias melengkapi dosis lengkap dan booster, serta pemenuhan syarat Covid lainnya di masa Covid ini.
“Kami juga mengapresiasi dedikasi dan kinerja seluruh lapisan pemerintah baik pusat maupun daerah yang tanpa lelah mengupayakan pengendalian kasus melalui kebijakan berlapis,” paparnya.
BACA JUGA:Kasus Covid-19 Bertambah 14.408 Hari Ini, Jawa Barat Tertinggi
Selain itu, Wiku mengatakan selama ini pemerintah telah mengupayakan upaya melalui berbagai kebijakan pengetatan untuk pengendalian Covid-19.
“Kita telah bersama-sama mengupayakan kebijakan perjalanan luar negeri, dalam negeri, pengendalian pada fasilitas publik, hingga pengendalian pada tingkat terkecil yaitu PPKM mikro.”
Wiku pun menegaskan, bahwa tongkat estafet pengendalian Covid-19 kini berada pada masyarakat.
“Penting untuk saya ingatkan kepada masyarakat selepas keberhasilan ini, tongkat estafet pengendalian kasus sudah akan lebih banyak berpindah pada setiap individu dan kelompok,” kata Wiku.
Wiku mengatakan, jika di masa genting dianggap perlu pengendalian kasus segera dengan kebijakan berlapis yang ditetapkan pemerintah, sementara di masa adaptasi ini kebijakan-kebijakan tersebut mulai disesuaikan kembali.
“Hal ini bukan berarti seluruh langkah pengendalian tersebut tidak diterapkan lagi, namun sudah dirasa mampu untuk dikembalikan pada tanggung jawab baik masing-masing orang, maupun kelompok seperti perkantoran, sekolah, mall, restoran dan lain sebagainya,” paparnya.
“Ingat turunnya kasus tidak sama dengan hilangnya virus Covid dari Indonesia. Untuk itu, setiap kita masih memiliki tanggung jawab untuk melindungi diri kita dan orang lain termasuk kelompok rentan,” ungkap Wiku.
Wiku pun mengingatkan hal yang paling mudah dan sederhana dilakukan masyarakat yaitu disiplin protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sudah selayaknya menjadi bagian tak terpisahkan dari produktivitas kita di masa adaptasi ini.
“Di sisi lain, pemerintah juga tetap mengupayakan strategi perlindungan optimal bagi seluruh masyarakat melalui upaya vaksinasi," pungkasnya.
(Awaludin)