JAKARTA - Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Mayjen TNI Budiman berharap di masa depan, Indonesia siap terhadap ancaman akibat korban nuklir biologi kimia. Wisma Atlet bisa menjadi pelayanan korban nuklir.
"Diharapkan ke depannya, rumah sakit ini bisa menjadi pelayanan korban-korban nuklir biologi kimia," kata Budiman kepada wartawan di Wisma Atlet, Jakarta Pusat Rabu (23/03.2022).
Baca Juga: Menkes Akui Ada Potensi Lonjakan Covid-19 Usai Lebaran
Ia menambahkan, konsekuensi yang terjadi di masa depan adanya tantangan perang antarnegara yang menggunakan pihak lain. Seperti Bom Nuklir dan bahan biologis lainnya. Perang yang terjadi sekarang bukan lagi memakai fisik seperti yang terjadi di masa lalu.
"Ini bukan hanya soal fisik dan sebagainya. Bisa kita sebut dengan Proxy War (perang menggunakan pihak lain) yang juga menggunakan agen agen lain. Seperti apa ke depannya, kita harus selalu siap siaga," ujarnya.