SYDNEY - Australia menjatuhkan sanksi terhadap Presiden Belarus Alexander Lukashenko. Negara ini juga memberikan sanksi untuk para anggota keluarga sang presiden serta 22 individu Rusia.
Australia menyebut para warga Rusia itu propagandis dan juga mata-mata penyebar informasi yang tidak benar.
Sanksi-sanksi terbaru yang ditetapkan Australia itu diberlakukan antara lain terhadap editor berbagai organisasi media, termasuk Russia Today, Strategic Culture Foundation, InfoRos, dan NewsFront.
"Belarus terus mengalirkan dukungan strategis kepada Rusia beserta pasukan militer negara itu," kata Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne.
Tindakan itu merupakan "serangan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina," ujarnya.
(Widi Agustian)