"Tapi, manusia bebas seperti Gus Dur, tak betah diatur-atur,” kata Mohamad Sobary, karib Gus Dur. Ketika berpidato di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Gus Dur malah “mengadu” kepada ribuan massa rakyat yang hadir.
“Saya ini disuruh-suruh pakai rompi anti peluru. Saya sih nurut saja, karena tuntutan protokoler dan menghargai maksud baik teman-teman dari TNI. Jadi, dibalik baju batik ini ada rompi anti peluru,” ucap Gus Dur terang-terangan.
“Waduh...gawat ini,” seorang perwira Paspampres membisiki temannya.
“Kenapa?”
“Itu tadi kan sama saja bilang: kalau mau nembak, incar kepala saya!” kata sang perwira.
(Angkasa Yudhistira)