Karuan saja, Gus Dur kaget menerima pertanyaan itu. Mendadak dia dagdigdug. Bagaimana bisa Mbah Wahab berani menyetir mobil sementara sungai di sebelah kiri dan kanan jalan tak jelas di penglihatan Mbah Wahab.
“Kan, tawakkal, namanya,” ujar Gus Dur.
BACA JUGA:Humor Gus Dur: Diajak Nonton Tari Perut di Pinggir Sungai Nil, Mau Ikut?
Maka buru-buru Gus Dur menawarkan jasa menyetir, menggantikan Mbah Wahab.
“Saya saja, Mbah, yang nyetir,” tutup Gus Dur.
(Awaludin)