JAKARTA - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan mengingatkan kembali tujuan awal pendanaan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Tujuan awal pendanaan pembangunan IKN Nusantara yakni sebagai pusat pertumbuhan baru perekonomian nasional.
Demikian diungkapkan Budi Gunawan menanggapi isu adanya kemungkinan melibatkan dana urunan masyarakat dalam pembangunan IKN Nusantara yang belakangan ini hangat dibicarakan. Di mana, wacana pelibatan dana urunan masyarakat itu disorot dan dikritisi sejumlah pihak.
Baca Juga: Kepala Badan Otorita : Pembangunan IKN Butuh Bantuan Semua Pihak, Khususnya Masyarakat
Menurut Budi, pertumbuhan ekonomi yang selama ini terpusat di Pulau Jawa, kini harus diperluas ke kawasan lain. Di mana, Kalimantan dipilih karena posisi dan potensinya yang ideal untuk tumbuh berkelanjutan.
"Pemindahan IKN ke kawasan yang relatif mentah tapi sangat potensial ini berdasarkan visi ekonomi berkelanjutan; tidak hanya dari aspek lingkungan hidup, tapi juga aspek pertumbuhan ekonomi," kata Budi di Jakarta, Sabtu (2/4/2022).
"Potensi ini yang sedang dikelola Pemerintah agar pada saatnya nanti dengan sendirinya akan menjadi mesin pertumbuhan secara berkelanjutan," imbuhnya.
Budi menjelaskan, pemerintah belakangan ini sudah mulai membangun infrastruktur dasar KIPP, dilanjutkan pembangunan Istana dan gedung-gedung pemerintahan. Sehingga, kata dia, pemindahan aparatur negara sudah bisa dilaksanakan bertahap hingga 2024.
Baca Juga: Pindahkan Ibu Kota ke Kalimantan, Jokowi: Mutiara Indonesia di Zamrud Khatulistiwa
Secara simultan, ditekankan Budi, pemerintah melalui APBN juga akan membangun infrastruktur dasar di seluruh kawasan IKN yang akan menjadi pemicu pembangunan berkelanjutan tadi.
"Pendanaan urunan masyarakat dalam pengertian filantropi atau sumbangan hanya sebagian saja, sebagai simbol gotong royong Bangsa mewujudkan ibu kota negaranya. Selebihnya, energi pertumbuhan IKN tetap berasal dari potensi ekonominya yang berkelanjutan," ujarnya.