“Inovasi-inovasi yang kami jalankan berfokus pada upaya Sasa melakukan delighting consumer. Kami meluncurkan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dan mampu meminimalisir kecemasan mereka,” tuturnya.
Strategi Rudolf untuk menjadikan Sasa sebagai perusahaan yang memegang teguh prinsip ‘being consumer centric’ dan ‘being meaningfully different’ juga terbilang sukses besar. Setelah mempelajari studi yang dilakukan Kantar, dia percaya bahwa aspek meaningful dapat berkontribusi 50 persen pada terbentuknya brand power dan brand equity.
“Saya berupaya menjadi meaningfully different, berbeda tapi tetap relevan dengan konsumen. Ini menjadi kunci Sasa bertumbuh dan menerapkan strategi Blue Ocean,” ucap Rudolf.
Strategi tersebut diwujudkan oleh Sasa dengan menjadi perusahaan yang pertama dan satu-satunya yang memberikan benefit tambahan fortifikasi kepada konsumen Indonesia melalui produknya.
“Brand equity Sasa meningkat drastis dan semakin kuat, khususnya di kategori MSG, tepung bumbu, dan santan,” katanya.
Tak tanggung-tanggung, transformasi Sasa juga meliputi ranah komunikasi pemasaran. Rudolf membawa perusahaan ini untuk mengubah seluruh bentuk komunikasi menjadi lifestyle campaign yang modern.
Pada 2020, Sasa merilis iklan bertema ‘Micin Swag Generation Nikmati Hidup Sepenuhnya’ dengan tagar #WeAreMSG yang berhasil menembus tiga juta penonton dalam sepekan. Iklan ini juga memberikan edukasi terkait MSG terbuat dari tetes tebu pilihan yang aman dikonsumsi asalkan sesuai dengan takaran dan tentunya, tidak dimakan bersama bungkusnya.