LUSAKA - Presiden Zambia Hakainde Hichilema telah mengkonfirmasi bahwa dia belum menerima pembayaran atau gaji apa pun sejak menjadi kepala negara Afrika itu pada Agustus. Hichilema mewarisi utang negara yang besar akibat korupsi yang parah di Zambia saat menggantikan Edward Lungu tahun lalu.
"Masalah gaji bukan masalah karena uang bukan motivasi kami untuk mencari jabatan publik dan bukan karena pemerintah tidak mau membayar," kata Hichilema kepada wartawan pada Rabu (6/4/2022), seperti dikutip kantor berita Anadolu.
BACA JUGA: Negara Ini Kehabisan Uang Kas Akibat Korupsi yang Parah
Hichilema mengklaim bahwa dia "tidak memperhatikan" gajinya karena dia fokus pada bagaimana "memperbaiki kehidupan rakyat."
Media Zambia sebelumnya mengutip Kementerian Keuangan negara yang mengatakan bahwa Hichilema belum menerima gaji sejak ia menjadi kepala negara pada Agustus setelah memenangkan pemilihan presiden.
Hichilema, yang sering digambarkan sebagai salah satu pengusaha terkaya Zambia, memperoleh kekayaannya melalui pertanian dan peternakan. Kekayaan bersihnya yang dilaporkan hampir USD390 juta.
BACA JUGA: Zambia Diserukan Larang Impor dan Penjualan Celana Dalam Bekas
Sebelum menjadi presiden Zambia, Hichilema menentang kenaikan gaji presiden dan menteri.
“Ini adalah penghinaan terhadap rakyat Zambia yang sedang berjuang untuk membeli makanan. Saya lebih suka memberi uang kepada orang-orang daripada menaikkan gaji saya," cuitnya tahun lalu.
(Rahman Asmardika)