Terkait dengan efisiensi, lanjut Emma, Pertamina sudah banyak melakukan terobosan sejak tahun 2020. Di antaranya yakni adanya task force yang bergerak di cost optimization atau upaya memaksimalkan nilai bisnis. Kedua, adanya cost avoidance dan ketiga yakni revenue growth (pertumbuhan pendapatan).
“Intinya bagaimana ide dari rekan-rekan untuk bisa memaksimalkan aset sarana prasarana yang kita miliki, sehingga bisa menjadi revenue outlift, revenue enhancement untuk menambah revenue dengan aset yang ada, baik itu itu dengan kolaborasi, sinergi, ataupun dengan melakukan revitalisasi atas aset yang dimiliki,” tutur Emma.
Dalam kunjungan ini, Emma didampingi oleh Direktur SDM dan Penunjang Bisnis Subholding Upstream Pertamina Hulu Energi (PHE) Oto Gurnita, Direktur Regional Jawa Wisnu Hindadari, beserta General Manager dan Field Jatibarang.
Tak hanya meninjau SP Bangadua, Emma dan rombongan juga melakukan buka puasa bersama dan memberikan santuan kepada anak yatim dan bantuan sarana dan prasarana yayasan dan panti asuhan dengan total Rp75 juta yang dilakukan di Gedung Olahraga Jatibarang Field, Pertamina EP, Indramayu. Santunan untuk anak yatim juga diberikan kepada stakeholder di wilayah Indramayu oleh General Manager PEP Jawa sebesar Rp21 juta yang berasal dari pekerja.
(CM)
(Karina Asta Widara )