Dalam surat berikutnya, Kartini mengungkapkan kecurigannya bahwa sang guru juga tak tahu terjemahan Al-Qur'an. Meski begitu kegelisahannya terjawab usai bertemu Kiai Sholeh Darat asal Semarang.
Dalam pertemuan itu RA Kartini menggugah hati sang Kiai agar menerjemahkan isi ayat-ayat dalam Al-Qur'an. Lalu pada akhirnya sang ulama tersebut menerjemahkan surat demi surat.
(Angkasa Yudhistira)