Dia menegaskan bahwa kebohongan tidak bisa ditutupi dengan mobilisasi sentimen SARA atau pelaporan, alih-alih memberikan pertanggungjawaban atas klaim 110 juta big data.
"Kebohongan informasi tak bisa ditutupi dengan mobilisasi sentimen primordialisme SARA, tekanan dengan pelaporan. Rakyat menunggu transparansi dan pertanggungjawaban pejabat pemerintah atas big data 110 juta rakyat yang diklaim menginginkan penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden," pungkas Masinton.
(Qur'anul Hidayat)