Tentunya ini bertolak belakang dengan tujuan awal spiritualnya. Hal ini khususnya tampak pada sejumlah laki-laki yang berpasangan dengan gadis-gadis muda yang menawan atau yoginis, yang diboyong dari Champa, dan sebelumnya sudah dilatih sebagai pelaku tantra.
Bagi sejumlah pengamat, perilaku para gadis itu tidak sejalan dengan Syiwa dan pasangannya Uma yang saling berpelukan bagai kahyangan. Mereka memamerkan keahlian untuk memperdaya laki-laki lebih tua yang lemah, dengan menyalahgunakan seks dan arak.
Sumber: Buku Gayatri Rajapatni: Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit karya Earl Drake
(Erha Aprili Ramadhoni)