Sejumlah pengamat berpendapat bahwa perilaku para gadis tersebut tidak sejalan dengan Syiwa dan pasangannya, Uma, yang saling berpelukan bagai kahyangan. Mereka memamerkan keahlian untuk memperdaya laki-laki lebih tua yang lemah, dengan menyalahgunakan seks dan arak.
BACA JUGA:Gayatri dan Tribhuwana, Putri Raja Singasari yang Mewarisi Kecantikan Ken Dedes
Putri bungsu Kertanegara, Gayatri yang masih belia tentunya tidak diajak ikut serta dalam ritual Tantrik rahasia sang ayah, tetapi ia mengetahuinya. Tampaknya, jalan pikiran Gayatri yang cenderung atau bahkan realistis, diam-diam meragukan apakah benar ritual Tantra Kiri ini dapat membantu sang ayah mengalahkan Kublai Khan yang perkasa itu?
Nyatanya, memang Kertanegara, sang ayah, terlalu sibuk untuk menanyakan pendapat Gayatri mengenai ritual-ritual ini, dan Gayatri sendiri pun tak pernah bertanya kepada sang ayah. Namun, upacara dan keikutsertaan para yoginis asing tetap menjadi pikiran yang mengusik dirinya.
(Awaludin)