Mudik Lebaran 2022, Tradisi Orang Nyapu Koin di Jembatan Sewo

Andrian Supendi, Jurnalis
Rabu 27 April 2022 03:30 WIB
Illustrasi (foto: dok Okezone)
Share :

INDRAMAYU - Jalur Pantai Utara (Pantura), Kabupaten Indramayu, Jawa Barat menjadi salah satu rute perjalanan mudik langganan setiap tahunnya, yang dilintasi ribuan pemudik dari sejumlah daerah.

Terdapat kesan tersendiri bagi pemudik jika melintasi jalur itu, salah satunya adalah adanya tradisi penyapu koin di Jembatan Sewo wilayah Kecamatan Sukra, tepatnya di perbatasan Indramayu dengan Subang.

BACA JUGA:Korlantas : Pelanggar Gage di Tol saat Mudik Akan Dikeluarkan ke Jalur Terdekat 

Di sana, puluhan warga berjejer menunggu pengendara motor yang memberi sedekah dengan cara melempar uang koin di Jembatan Sewo, lalu warga pun mengambilnya dengan cara disapu.

Bahkan menurut informasi, biasanya pada momen arus mudik lebaran warga penyapu koin di Jembatan Sewo jumlahnya mencapai ratusan.

 BACA JUGA:Malam Ini, GT Cikampek Utama 1 hingga Pelabuhan Merak Sudah Ramai Pemudik

Walau aksi mengambil uang sedekah menggunakan sapu tersebut dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat arus mudik, namun sepertinya warga setempat serta pengendara yang sering melintas di jalur tersebut menganggap itu hal yang biasa dan susah untuk dihilangkan, karena sudah menjadi tradisi turun temurun.

Kuresih (47), merupakan penyapu koin di Jembatan Sewo, mengaku, dirinya sudah bertahun-tahun menjalani profesi itu. Penghasilannya pun meningkat saat momen arus mudik lebaran seperti sekarang ini.

"Saya sudah lama menjalani profesi ini. Pada hari-hari biasa saya mendapatkan uang Rp50.000 perhari. Tapi kalau musim mudik lebaran seperti ini bisa lebih banyak lagi, mencapai Rp100.000 perhari, kadang juga lebih," ujar dia, kepada MNC Portal, saat ditemui di lokasi Jembatan Sewo, Selasa (26/4/2022).

Diketahui dari berbagai sumber, kebiasaan para pengendara melempar koin tidak lepas dari mitos sungai di bawah Jembatan Sewo yang disebut sebagai tempat tinggal arwah kakak beradik Saedah-Saeni yang melegenda karena hidup keduanya berakhir di sungai tersebut.

Saeni adalah seorang penari ronggeng Pantura yang berubah menjadi buaya. Oleh sebab itu, pengendara dipercaya akan selamat jika sudah memberi atau melempar 'saweran' di Jembatan Sewo.

Sementara, Kapolsek Sukra, Ipda Rudi Hartono mengatakan, pihak Kepolisian sudah berupaya menertibkan warga yang melakukan aksi mengambil uang sedekah menggunakan sapu tersebut.

Bahkan, lanjutnya, sapu yang digunakan warga untuk kegiatan itu pun beberapa kali dilakukan penyitaan.

"Kita sudah melakukan penertiban kepada mereka. Disaat kita melakukan operasi mereka seketika bubar, namun setelahnya mereka pun datang kembali dan melanjutkan kegiatannya," kata Kapolsek.

Kendati demikian, Ipda Rudi menyampaikan, pada momentum arus mudik lebaran, pihaknya akan berupaya memberikan keamanan serta menjamin keamanan bagi para pemudik agar selamat sampai tujuan.

"Kami sudah membangun pos mudik lebaran di Jembatan Sewo dan menyiagakan petugas untuk melakukan pengamanan di jalur itu. Selain itu, kami juga akan memasang rambu-rambu agar para pengendara lebih meningkatkan kewaspadaannya saat melintas di jalur tersebut," ungkapnya.

Ipda Rudi berharap, pada momen arus mudik Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah ini dapat berjalan lancar tanpa ada kendala apapun.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya