Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit mengungkapkan, sebelumnya para pelaku itu sempat ke kafe guna minum-minum hingga akhirnya bertemu dengan korban di lokasi kejadian. Di situ, terjadilah dugaan kasus pengeroyokan dengan korbannya DKR dan terjadi aksi perlawanan terhadap petugas hingga berujung aksi tabrak polisi dengan korban, Bripka HY.
"Dia sempat berpindah tempat dari beberapa kafe dan mengonsumsi alkohol sehingga cukup terganggu kesadaran dia, jadi seperti itu dia ambil keputusan-keputusan seperti itu," katanya.
Dia menambahkan, aksi pengeroyokan itu sejatinya korban dan para pelaku saling mengenal. Aksi pengeroyokan terhadap korban oleh para pelaku itu bermotif saling bully, saling cemburu, dan berebut cowok di antara korban serta pelaku yang juga sama-sama berjenis kelamin perempuan.
(Arief Setyadi )