Tanpa dia sadari, dia diikuti oleh seorang intel KGB. Ketika dia akan meninggalkan antrean sabun itu, si intel menegur “Hey bung! dari tadi kamu sibuk mencatat-catat terus, apa sih yang kamu catat?”
Sang aktivis menceritakan bahwa dia sedang melakukan penelitian tentang kemampuan pemerintah dalam mendistribusikan barang bagi rakyat.
“Untung kamu ya, sekarang sudah jaman reformasi,” ujar sang intel, “Kalau dulu, kamu sudah ditembak.”
Sambil melangkah pergi, aktivis itu mencatat, peluru juga habis!
Baca juga: Humor Gus Dur: Pamer Tanah Abang di Depan Presiden AS dan Prancis
(Fakhrizal Fakhri )