Dalam sebuah pernyataan pada Senin sore (1/8/2022), Lundin Mining mengatakan lubang pembuangan itu tidak mempengaruhi pekerja atau anggota masyarakat dan telah “tetap stabil” sejak pertama kali terdeteksi.
“Setelah terdeteksi, daerah itu segera diisolasi dan otoritas pengatur terkait memberi tahu. Tidak ada dampak terhadap personel, peralatan, atau infrastruktur,” bunyi pernyataan itu.
Lundin Mining mengatakan analisis teknis sedang dilakukan untuk menentukan penyebab peristiwa tersebut.
“Rumah terdekat berjarak lebih dari 600m (1.969 kaki) sementara area berpenduduk atau layanan publik hampir satu kilometer jauhnya dari zona yang terkena dampak,” terang pernyataan itu.
Lundin Mining memiliki 80% dari properti dan sisanya dipegang oleh Sumitomo Corporation Jepang.
(Susi Susanti)