Rencananya, uang tabungan itu akan ia gunakan untuk merenovasi rumahnya yang mulai rusak. "Saya menjalani profesi sebagai penjual tompo ini kurang lebih selama 20 tahun," katanya.
Dirinya kerap berjualan keliling perkampungan dan permukiman dengan berjalan kaki di kawasan Kecamatan Kepanjen, Wonosari, Sumberpucung, Kabupaten Malang.
"Harga tompo yang saya jual ini Rp15.000 per biji. Keuntungan yang saya dapat biasanya Rp5.000 per item. Dari keuntungan itulah yang saya tabung. Karena saya hanya tinggal sendirian di rumah. Anak sudah berkeluarga dan istri telah meninggal," terangnya.
Di sisi lain, Kasi Humas Polres Malang Iptu Achmad Taufik mengungkapkan, pelaku perampokan kakek penjual tempat nasi telah diringkus oleh tim Satreskrim Polres Malang. Tersangka diamankan di rumahnya di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang setelah aksi perampokannya viral beredar di media sosial.
"Pelaku memukuli korban dengan helm hingga pingsan, lalu mengambil uang milik korban senilai Rp19 juta yang dikantonginya" ucap Achmad Taufik pada Rabu (3/8/2022).
Korban lantas meminta tolong kepada warga yang kemudian membawanya melaporkan ke kantor polisi. Polisi yang melakukan penyelidikan pun berhasil menangkap pelaku di kediamannya.
(Arief Setyadi )