Prabowo menjelaskan, Indonesia telah memilih demokrasi dan kita semua harus sadar bahwa demokrasi itu berat, demokrasi itu sulit, demokrasi itu tidak serta merta berhasil. Meskipun semua juga patut bersyukur Indonesia sudah menjalankan demokrasi secara damai.
“Alhamdulillah kita sudah mengalami berkali-kali ganti pemerintah dengan damai, ganti pimpinan dengan damai. Baik di tingkat kota, madya, kabupaten, provinsi, dan tingkat nasional, sudah berjalan,” sambungnya.
Karena itu, Prabowo menegaskan, seluruh partai yang akan ikut sebagai peserta pemilu harus siap bersaing dengan sehat dan menjunjung tinggi demokrasi.
“Kita ingin menghasilkan demokrasi yang baik, dan demokrasi yang baik harus diawali dengan itikad yang baik. Bahwa kita akan bersaing dengan semangat, bersaing dengan penuh kompetisi, kita akan adu argumen, adu program, adu gagasan. Tapi semuanya adalah sahabat, semuanya adalah kawan, semuanya adalah sesama anak bangsa. Jadi kita ingin Pemilu yang gembira, pemilu yang penuh kekeluargaan,” ujar Prabowo disambut teriakan simpatisan Gerindra dan PKB “Prabowo Presiden”.
Saat ditanya wartawan soal kesiapannya maju sebagai capres di 2024, Prabowo menegaskan siap jika rakyat menghendaki.
“Ya kita lihat hasil rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional). Tapi kalau memang saya dapat tugas, saya anggap tugas itu tugas yang suci untuk berbakti dan mengabdi kepada rakyat, tentunya harus saya terima dengan baik seandainya nanti dicalonkan," tegasnya.
(Khafid Mardiyansyah)