JAKARTA - Badan Kependukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menilai pentingnya edukasi gizi bagi masyarakat untuk menyongsong generasi emas Indonesia kedepan. Tanpa pemahaman yang baik terkiat gizi, maka Indonesia akan menghadapi tantangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
"Kami BKKBN bagaimana mengedukasi cara padang masyarakat. Terutama kita saat ini menghadapi Indonesia emas, sehingga dibutuhkan generasi sehat dan kuat. Tapi kita masih menghadapi kualitas SDM dimana stunting 24,4 persen, ini karena kualitas lingkungan belum bagus," jelas Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo dalam webinar Series Kemerdekaan Indonesia: Bangkit Bersama Lebih Kuat, Rabu (17/8/2022).
BACA JUGA:Kebiasaan Prokes saat Pandemi Covid-19, Penting untuk Cegah Penyakit Infeksi
Oleh karenanya, diperlukan edukasi secara konsisten dan terus menerus kepada masyarakat agar mereka menginsumsi makanan bergizi. Setidaknya angka stunting bisa ditekan. Salah satunya misalnya, masyarakat mengonsumsi beras dengan kadar vitamin tinggi seperti beras terportifikasi, agar generasi yang dihasilkan sehat dan tidak terkena animea.
"Saya kira beras ini sangat baik. Karena sudah mengandung zink dan bisa komponen asam folat, fitamin B, zat besi atau fitamin D. Ini penting agar menghasilkan generasi sehat di dikemudian hari," ujar dia.
BACA JUGA:Anies Harap Webinar Bangkit Bersama Lebih Kuat dapat Meningkatkan Optimisme Nasional