Perselisihan Soal Upah, Ribuan Pegawai Pos Mogok Kerja Selama 4 Hari

Susi Susanti, Jurnalis
Sabtu 27 Agustus 2022 16:36 WIB
Ribuan pekerja pos mogok kerja karena persoalan gaji (Foto: Antara/Reuters)
Share :

LONDON - Lebih dari 115.000 pekerja di perusahaan pos Royal Mail Inggris  melakukan mogok kerja selama empat hari mulai Jumat (26/8/2022) akibat perselisihan soal upah.

Mereka menuntut upah lebih tinggi untuk menghadapi krisis biaya hidup saat ini ketika tarif energi melonjak dan inflasi diperkirakan akan melampaui 13 persen tahun ini.

"Kami akan berjuang sangat keras untuk mendapat kenaikan upah yang pantas diperoleh anggota kami," kata Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja Komunikasi (CWU) Dave Ward kepada Sky News, dikutip Antara.

Baca juga: TKK Disdukcapil KBB Mogok Kerja, Pelayanan Adminduk Lumpuh Total

Royal Mail mengatakan pihaknya telah menawarkan kenaikan upah sebesar 5,5 persen bagi pekerja anggota CWU, kenaikan terbesar dalam beberapa tahun.

Baca juga: Serikat Pekerja Mogok Kerja, Warren Buffett Tak Ikut Campur

CWU, yang menyebut aksi mereka sebagai pemogokan industri terbesar di Inggris selama musim panas ini, menolak kenaikan sebesar itu.

Mereka mengatakan Royal Mail telah menaikkan upah sebesar 2 persen bagi pekerja dan menawarkan tambahan kenaikan 1,5 persen menurut syarat dan ketentuan.

Penyedia jasa pos dan kurir Inggris yang berusia beberapa abad itu meminta maaf kepada pengguna jasa atas gangguan pelayanan yang terjadi.

Mereka mengaku telah membuat rencana kontingensi, tetapi tak mampu menggantikan peran para staf di lini depan yang memberikan pelayanan sehari-hari.

Royal Mail mengingatkan awal bulan ini bahwa pihaknya dapat mengalami kerugian usaha di seluruh Inggris pada tahun fiskal 2022-2023 jika pemogokan terjadi.

Pemogokan rencananya akan digelar lagi pada 31 Agustus dan 8-9 September mendatang.

Kepala Eksekutif Royal Mail Simon Thompson mengatakan bisnis perusahaan itu perlu mengubah operasionalnya agar sesuai dengan perkembangan saat ini ketika mereka mengirim lebih banyak paket daripada surat dan persaingan di pasar kurir sangat tinggi.

"Royal Mail adalah perusahaan yang kehadirannya tetap diinginkan masyarakat tetapi kami perlu berubah untuk dapat beralih ke bisnis pengiriman paket sehingga kami dapat berkembang," kata Thomson kepada Radio BBC.

"Kami ingin membayar gaji tim kami lebih tinggi. Semakin berubah, semakin banyak pendapatannya," tambahnya.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya