JAKARTA – Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau kerap disapa Gus Dur dikenal suka humor atau bercanda. Humor yang dilontarkannya pun terkadng sarat akan makna dan terkait dengan suatu masalah tertentu.
Salah satunya adalah kisah yang ditulis di buku ‘Mati Tertawa Bareng Gus Dur’. Kala itu dia sempat diwawancara oleh sutradara kondang Garin Rahmat.
“Saya mau bertanya sama Pak Permadi dan para hadirin,” kata Sutradara Film Garin Nugroho dalam wayangan.
Dia menjelaskan biasanya, tokoh- tokoh baik itu kalau situasinya susah pada berubah semua. Petruk misalnya, ketika mau jadi raja tiba-tiba berubah wataknya.
Baca juga: Humor Gus Dur: Di Balik Baju Batik Ini, Ada Rompi Anti-Peluru
Gus Dur pun bertanya akan hal itu ke Permadi. Dia membenarkan bahwa watak Petruk berubah ketika ia mau menjadi raja.
“Makanya, kalau mencari pemimpin mestinya yang tak gampang berubah,” terang Gus Dur.
Baca juga: Humor Gus Dur: Gelar Gus, Kiai dan Ulama, di Mana Kuliah dan Wisudanya?
“Kalau menurut Pak Permadi, Gus Dur itu berubah tidak?” celetuk seorang hadirin.
“Ya, agak berubah,” jawab Permadi.
“Misalnya dalam hal apa?,” tanya hadirin yang lainnya.
“Misalnya, kalau dulu Gus Dur itu masih suka kumpul-kumpul dengan saya, sekarang hampir tidak pernah lagi,” jawab Permadi.
“Kalau itu sih sebabnya sederhana,” sahut Gus Dur.
“Sederhana bagaimana Gus?” kejar hadirin.
“Ngelu (pusing),” ujar Gus Dur.
Sontak saja jawaban Gus Dur ini membuat banyak hadirin tertawa.
(Susi Susanti)