Urutan Nama Sebutan dalam Garis Keturunan Masyarakat Adat Jawa

Fatmawati, Jurnalis
Senin 19 September 2022 18:59 WIB
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Share :

JAKARTA - Keberagaman budaya dan adat istiadat yang dimiliki Indonesia, mampu menciptakan keberagaman yang cukup unik dari masing-masing daerahnya. Contohnya, seperti adanya perbedaan dalam penyebutan nama pada garis keturunan tiap daerah.

Salah satunya ada pada garis keturunan adat Jawa. Masyarakat Jawa yang kental dengan tradisi turun temurun yang dimilikinya, membuatnya tak mengherankan jika mereka akan menghapalkan garis keturunan baik dari atas maupun dari bawah.

Berikut ini urutan nama sebutan dalam garis keturunan masyarakat adat Jawa, dari anak, putu, buyut dan seterusnya.

Keturunan ke-1: Anak

Keturunan ke-2: Putu

Keturunan ke-3: Buyut

Keturunan ke-4: Canggah

Keturunan ke-5: Wareng

Keturunan ke-6: Udeg-udeg

Keturunan ke-7: Gantung siwur

Keturunan ke-8: Gropak Senthe

Keturunan ke-9: Debok Bosok

Keturunan ke-10: Galih Asem

Keturunan ke-11: Gropak Waton

Keturunan ke-12: Cendheng

Keturunan ke-13: Giyeng

Keturunan ke-14: Cumpleng

Keturunan ke-15: Ampleng

Keturunan ke-16: Menyaman

Keturunan ke-17: Menyo-menyo

Keturunan ke-18: Trah Tumerah

Silsilah ini disebut sebagai generasi ke bawah, anak/putra (keturunan ke-1) adalah orang tua (bapak/ibu) dari putu/wayah (keturunan ke-2). Putu dalam Bahasa Indonesia berarti cucu.

Dengan demikian, anak/putra (keturunan ke-1) adalah kakek/nenek dari putu buyut (keturunan ke-3). Begitu seterusnya, putu/wayah (keturunan ke-2) adalah orang tua (bapak/ibu) dari putu buyut (keturunan ke-2).

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya